Slide 1 Slide 2 Slide 3 Slide 4 Slide 5
Showing posts with label Wireless. Show all posts

Monday, 31 October 2011

Posted by Admin | 3 comments

Cara Setting Ubiquiti Rocket M2 MIMO Wireless Client

Di artikel sebelumnya saya menulis bagai mana cara setting Rocket M2 sebagai access point , kali ini saya akan menulis bagai mana cara mensetup Ubiquiti Rocket M2 sebagai wireless client. Yang perlu diperhatikan jika melakukan konfigurasi, sebaiknya disesuaikan dengan topologi dan kebutuhan kita. Karena settingan atau konfigurasi sangat tergantung dengan keperluan,kebutuhan dan kondisi dilapangan.

Asumsi saya kita sudah berhasil menyeting Rocket M2 sebagai Access Point utama , dengan konfigurasi yang sama dengan yang saya tulis di artikel sebelumnya :

Keterangan :

IP AP Utama : 192.168.2.20
Gateway        : 192.168.2.1

untuk mensetup wireless client yang juga menggunakan Rocket M2, kita perlu menyesuaikan IP address yang sesuai dengan network AP utama, kita misalkan:

IP AP Client : 192.168.2.21
Gateway       : 192.168.2.1

Pada dasarnya konfigurasi awal adalah sama, perbedaanya jika kita mengkonfigurasi wirelless client ada di tipe WIRELESS MODE , jika pada AP utama Wireless mode menggunakan mode Access Point maka di wireless client kita menggunakan Station atau station WDS. Dalam contoh kali ini kita menggunakan mode STATION.

Buka halaman web config Ubiquiti Rocket M2 yang memiliki default IP 192.168.1.20 , namun dalam artikel ini saya asumsikan bahwa kita telah mengganti default IP dengan 192.168.2.21. Jika sudah login ke webconfig. Beralihlah ke tab menu Wireless seperti terlihat pada gambar berikut :


Kemudian pada wireless mode, pilih Station .Kemudian klik tombol Select . Akan muncul Popup browser yang akan melakukan scaning sinyal Wireless dari AP master , dan pilih Mac address atau SSID AP master/utama seperti terlihat pada gambar berikut :


SSID dan Mac sengaja saya delete sebagian, untuk privasi. Setelah kita memilih MAC address AP master , klik tombol LOCK TO AP, Maka akan terlihat seperti gambar berikut:


Sebenarnya tahapan diatas (Site Survey) tidak perlu kita lakukan jika kita sudah mengetahui MAC Address atau SSID dari AP utama. Jika sudah selesai, jangan lupa untuk klik tombol Change.

Selesai , jika tahapan ini dilakukan dengan benar, seharusnya Wireless Clint sudah bisa berjalan dengan baik. Tutorial yang saya buat ini sudah saya terapkan di Jaringan Wireless saya dan mampu bekerja dengan baik. Untuk AP utama mampu mengcover client dari jarak 400-500 meter tanpa repeater, artinya laptop maupun handphone milik client dapat menggunakan langsung atau terkoneksi langsung ke AP utama. Wireless client saya gunakan untuk memperluas jangkauan saja dan jaraknyapun tidak terlalu jauh. Karena menyesuaikan dengan kebutuhan.

Semoga bermanfaat.
Read more...
Posted by Admin | 20 comments

Cara Setting Ubiquiti Rocket M2 MIMO

Setelah beberapa waktu yang lalu saya dan rekan saya membeli sepasang perangkat ubiquiti Rocket M2 dan Airmax Sectoral 120" , ahirnya sekarang perangkat tersebut sudah terpasang di tower kami dan sudah dapat melayani client dengan baik. Sekedar informasi, kedua produk ini adalah produk dari ubiquiti (ubnt Network) yang telah menerapkan teknologi MIMO ( multiple input,multiple output ). Teknologi MIMO sendiri sebenarnya bukan hal baru, karena teknologi ini sebenarnya adalah pengembangan dari teknologi wireless sebelumnya (a/b/g). Dengan menggunakan teknologi MIMO, kebutuhan transfer data dalam jumlah besar dan cepat adalah keniscayaan. Teknologi ini sendiri memiliki chanel bandwidht yang lebar dan yang lebih penting, jika menggunakan teknologi MIMO dengan kemampuannya yang luar biasa tidak membutuhkan biaya besar seperti hal nya jika menggunakan teknologi WIMAX. Untuk lebih detail tentang teknologi MIMO dapat di baca di Wikipedia

Kembali ke Rocket M2 dan AirMax Sectoral 120" , bagi anda yang sudah membeli perangkat ini atau belum tapi mencoba mencari informasi tentang produk ini, saya yakin tidak menemukan banyak informasi kecuali datasheet dan seputar kemampuan produk nya saja, namun tidak menemukan manual book atau tutorial cara setting Rocket M2. Meskipun Cara merakit/memasang Airmax dan Rocket M2 sudah ada dalam box perangkat tersebut. Atas dasar itu artikel ini saya buat, mungkin ada yang membutuhkan.

Sekedar informasi, yang perlu dipahami bahwa Teknologi MIMO menggunakan arsitektur wireless IEEE 802.11n , type N jadi berbeda dengan teknologi wireless standar yang berjalan di arsitektur a/b/g yang membuat penggunaan teknologi ini hanya berjalan di wireless type N. Ini artinya, sinyal yang dikirimkan oleh perangkat yang berteknologi MIMO tidak bisa berjalan langsung di perangkat atau device yang berteknologi a/b/g seperti handphone dan laptop yang saat ini rata-rata masih menggunakan teknologi a/b/g, harus menggunakan perangkat tambahan yang juga berteknologi MIMO sebagai penerima (usb adapter/ router )untuk menggunakannya.

How to Setting Ubiquiti Rocket M2 :

Default Ip dari Rocket M2 adalah 192.168.1.20 dengan username: ubnt dan password: ubnt.

Buka web browser (mozilla atau IE ) dan masukan alamat Ip tersebut dan masukan juga username dan passwordnya , seperti terlihat pada gambar : (Ip pada gambar sudah saya ubah menjadi 192.168.2.20


Selanjutnya klik Tab Wireless pada menu configurasi RocketM2 seperti terlihat pada gambar :


Sebagai catatan: Pada wireless mode kita dapat memilih apakah RocketM2 di konfigurasi sebagai Station, Station WDS , Access Point dan Access Point WDS. silahkan disesuaikan dengan kebutuhan. Pada gambar, saya menggunakan Rocket M2 sebagai Access Point, karena kebutuhan saya memang hanya sekedar membuat Rocket M2 ini sebagai Access Point. Walaupun demikian jika kita menggunakan wireless client kita juga tetap dapat menggunakan mode wireless Access Point sebagai AP utama dan di sisi client dapat kita menggunakan mode station. Silahkan sesuai kan dengan kebutuhan.

Tentukan SSID atau nama Wireless anda pada kolom SSID , Pilih country code : Indonesia dan jika kita ingin device seperti laptop dan HP dapat terbubung langsung atau dapat melakukan koneksi langsung ke access point maka kita harus memilih chanel width di 20MHz. Kemudian atur output power dengan menggeser tombol kekiri atau kekanan. Saran saya jangan gunakan power maksimal (28dBm), gunakan seperlunya saja, dalam contoh gambar diatas saya menggunakan 20dBm untuk output power. Untuk Security silahkan dipilih mode enkripsi yang di inginkan. Pada contoh gambar saya tidak menggunakan enkripsi apapun , karena autentifikasi user saya sudah menggunakan Mikrotik. klik Change jika sudah selesai. Dan klik change sekali lagi di kanan atas untuk konfirmasi perubahan, seperti terlihat pada gambar :


Jika sudah selesai, beralihlah pada tab menu Network , dan pada network mode pilih Bridge .
Pada menu Network Setting , silahkan sesuaikan dengan kebutuhan. Anda dapat memilih menggunakan Mode DHCP atau Static , saya sendiri menggunakan mode Static karena tugas DHCP server sudah saya serahkan kepada MikroTik :D. Isi DNS dan default gateway sesuai dengan topologi network anda. Dan kemudian klik change jika sudah selesai, dan klik change kembali untuk mengkonfirmasi perubahan.

Jika sudah selesai pada menu Network, beralihkah ke menu Advanced , dan atur distance atau jarak jangkau yang anda inginkan. Perlu di ingat, jarak jangkau ini sangat tergantung topologi daerah anda, Karena secara teori Rocket M2 jika di gabungkan dengan sectoral Airmax mampu menjangkau wilayah belasan hingga puluhan kilo meter. Jika sudah selesai, silhakan klik chage.

Belum selesai sampai disini, jika kita ingin mengaktifkan mode AirMax, maka klik icon/ logo Ubnt pada menu seperti terlihat pada gambar :


Namun yang perlu diperhatikan adalah, jika mode AirMax di aktifkan , maka client laptop dan handphone tidak bisa konek langsung ke Access Point, karena airmax/MIMO menggunakan teknologi wireless tipe N. Jadi jika anda menginginkan client laptop dan handphone tetap bisa melakukan koneksi langsung ke Access point maka disable fitur airmax. jika sudah selesai klik change.

Dengan settingan standar seperti ini seharusnya access point sudah dapat melakukan tugas dengan semestinya. Selamat mencoba

Catatan: Jika fitur airmax di disable, sayangnya access point dan airmax tidak bekerja maksimal karena tidak menggunakan MIMO Tech melainkan hanya bertindak sebagai Access Point dan Sectoral biasa saja.
Read more...

Saturday, 15 October 2011

Posted by Admin | 0 comments

saya dan wireless

Wireless Technology
Sebenarnya category ini tidak ingin saya buat terlalu flat dan hanya berkaitan dengan teknologi wireless , tapi kebetulan saat ini saya sedang berkonsentrasi untuk belajar lebih jauh di teknologi wireless. Teknologi Wireless dalam perkembangannya saat ini sudah menjadi Magic tools , banyak hal yang dulu sebelum teknologi ini dikenal dilakukan secara konvensional , khususnya dalam dunia Networking yang kemampuan fleksibelitasnya memang tidak lebih baik dibanding teknologi wireless.

Dari sisi Networking, Dengan menggunakan teknologi wireless kita dapat menghubungkan area-area tertentu yang tidak memungkinkan dijangkau menggunakan kabel jaringan. Bahkan cakupan area nya bisa mencapai ratusan kilo meter dengan model-model perangkat wireless yang bertenaga super.

Ini yang membuat Teknologi wireless semakin menarik , dan membuat saya berkonsentrasi penuh untuk belajar lebih banyak tentang teknologi ini. Saya sendiri mulai menggunakan perangkat-perangkat wireless sejak teknologi ini mulai digunakan untuk keperluan sehari-hari , seperti remote wireless , usb wireless , Access point dan berbagai jenis keperluan lainnya yang dapat saya lakukan dengan memanfaatkan teknologi wireless.

Dilain waktu saya akan menulis lebih banyak lagi tentang teknologi wireless dan pengaplikasiannya di dunia Networking.

Sekian pengantar wireless ini saya buat dengan sebenar-benarnya hadehhhhhhh
Read more...